Wacana Pergelaran Final Liga Champion Akan Digelar Di Luar Eropa

Wacana Pergelaran Final Liga Champion Akan Digelar Di Luar Eropa
Wacana Pergelaran Final Liga Champion Akan Digelar Di Luar Eropa

Liga Champion Eropa merupakan salah satu event tertinggi dan terpopuler dalam dunia sepakbola antar klub-klub Eropa. Dalam beberapa tahun belakangan ini pihak penyelengara final Liga Champion selalu berada dikawasan Eropa namun bersiap-siaplan sebab pada pergelaran Liga Champion tahun ini, ada kemungkinan bakal digelar di luar Eropa. Hal ini disampaikan secara resmi oleh Preseiden baru UEFA, Alekander Ceferin yang membuat gebrakan dalam dunia sepakbola khususnya Liga Champion. Ia mencetuskan untuk pergelaran final Liga Champion nantinya dilaksanakan diluar benua Eropa. Adapun negara yang ia rencanakan sebagai tuan rumah pada laga final Liga Champion Eropa nanti adalah New York.

Sesuai dengan nama resminya, UEFA Champions League yang merupakan suatu kompetisi antar klub-klub Eropa terbaik. Dan sebanyak 61 jumlah pertandingan termasuk partai puncak memang selalu digelar di benua tersebut. Selama ini, UEFA memang tidak melakukan tender terbuka untuk menentukan tempat menggelar final yang selama ini di gelar di Eropa. Hanya saja negara yang ditunjuk menentukan sendiri kota penyelengara serta stadion tuan rumah diputuskan secara rahasia.

Menurut Caferin, ia ingin sekali menghidupkan kembali proses tender terbuka untuk menentukan tempat digelarnya final.  Dengan ide ini, ia memandang perjalanan ke seluruh Eropa sama lamanya dengan waktu tempuh ke Amerika Serikat. Ia memberikan contoh, jika perjalanan dari Portugal menuju Azerbaijan sama seperti bepergian ke New York dan tentunya hal tersebut bukanlah masalah bagi staff, official dan suporter.

Oleh karena itu, Caferin menegaskan dalam menentukan negara mana yang berhak menggelar final Liga Champions harus jelas dengan mempertimbangkan masalah politik. Dengan adanya proses tender tersebut, tentu akan jelas dan bisa memproteksi administrasi. Selain itu, siapapun yang akan menghubungi UEFA baik meminta dukungan ataupun mendesak, maka pihak UEFA memiliki jawaban jelas karena UEFA kini memiliki aturan yang jelas dan tentu saja tidak bisa dilakukan sembarangan.

Selain soal tender, Caferin juga menyatakan bahwa meskipun diadakan diluar benua Eropa, ia juga menjelaskan kalau jadwal pertandingan final tidak akan diubah. Hal ini dilakukan agar pertandingan UEFA Championsl League bisa luas akses pasarnya terutama di benua Asia yang banyak memiliki keunggulan penonton televisi dan sponsor. Kebanyakan pertandingan Liga Champions dilakukan setiap pukul 18.45 GMT, yang mana sebagian besar penonton Asia sedang tidur terlelap.

Tak hanya itu, Presiden UEFA juga akan memuat opsi menggelar partai semi final di saat weekend. Ide ini muncul terkait adanya survey penonton di negara Tiongkok yang mengaku susah tidur disaat long weekend seperti hari Sabtu. Namun hal tersebut masih terkena kendala sebab ada beberapa pertandingan liga juga diselenggarakan di hari yang sama.

“Dari sudut pandang keuangan hal tersebut tidak ideal. Kami harus memikirkan pasar lain tetapi bagaimana untuk melakukannya saya belum tahu. China secara keuangan menarik. Sementara Amerika Serikat tidak hanya menarik secara keuangan tetapi sepak bola di sana sedang bertumbuh,” ulas mantan presiden federasi Slovenia tersebut.