Man City Unggul Telak 4 – 0 dari West Ham United

Pemain Manchester City Tengah Melakukan Selebrasi
Pemain Manchester City Tengah Melakukan Selebrasi

Manchester City tampil memukau dengan menaklukan West Ham United dengan skor telak 4 – 0 pada pertandingan lanjutan Premier League di Olympic Stadium, [ada Rabu (1/2/2017) atau pada Kamis dini hari WIB.

City pun akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah meraih hasil negative dalam dua laga terakhir. Setelah kalah telak dengan skor 0 – 4 dari Everton, selanjutnya  The Citizens bermain imbang dengan skor  2- 2 dengan Tottenham Hotspur.

Kemenangan The Citizens ini tidak lepas dari strategis sang pelatih Josep Guardio yang menurunkan Kiper Wilfed Cabalallero dan Gabriel Jesus. Imbasnya Claudio Bravo dan penyerang Segio Aguero dicadangkan.

Sebagai ujung tombak The Citizens, Jesus ditopang empat gelandang yakni Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, Leroy Sane, dan David Silva.

Dalam penampilan pertama di Premier League bersama dengan Manchester City, Jesus tampil begitu gemilang. Hal ini membuat pelatoh asal Spanyol Josep Guardio tersenyum lebar.

Gabriel Jesus berhasil membukukan satu gol dan menjadi assist. Penyerang asal Brasil tersebut membidani gol yang diciptakan oleh De Bruyne pada menit ke-17. Bermula, saat De Buryne memimpin serangan dan memberikan bola pada Jesus di depan kotak penalty lawan.

Kemudian, Jesus dengan tenang memberikan umpan bola kembali ke De Bruyne. Gelandang asal Belgia tersebut langsung melesakan tembakan tanpa sia-sia, melesak kedalam jarring gawang lewat pojok kiri gawang West Ham.

Hanya berselang empat menit setelah gol dari De Bruyne, giliran David Silva yang mencatatkan namanya di papan skor. Dari sudut sempit di dalam kotak penalty, Sane memberikan umpan tarik yang disambut dengan baik oleh Silva dengan spakan keras.

Pada menit ke-39, Jesus menjadi bintang lapanagan dalam laga ini lewat gol yang diciptakannya pada menit ke-39. Dari serangan balik, Sane memberikan umpan terobosan kepada Sterling.

Sterling dengan jeli memberikan bola kepada Jesus yang saat itu berada di kotak penalty dengan bebas. Tanpa ada kesulitan sedikitpun, pemain yang diboyong dari Palmeiras tersebut mencetak gol ke gawang tuan rumah yang dikawal oleh Darren Randolph.

Gol yang tercipta berkat sepakan Jesus ini mengunci keunggulan City dengan skor 3 – 0 pada babak pertama. Tidak lama berselang, Yaya Touse memperbesar keunggulan City menjadi 4 – 0 lewat gol yang diciptakannya lewat titik putih. City mendapatkan hadiah penalty setelah Sterling dilanggar di kotak terlarang.

Toure yang maju sebagai sang eksekusi berhasil menyarangkan bola ke pojok kanan bawah gawang West Ham. Keberhasilan ini membuat Toure mencatat rekor 100 persen sebagai eksekutor penalty. Selama 11 kesempatan, dia selalu berhasil mencetak gol dari titik putih.

Pada menit ke-73 Guardiola kembali memasukan Sergio Aguero setelah unggul 4 – 0. Penyerang asal Argentina tersebut tampil menggantikan Sterling. Namun, Aguero tidak mampu mencetak gol hingga laga usai.

Dengan kemenangan ini, City tetap berada di peringkat kelima dengan mengoleksi 46 poin. Adapun West Ham berada di posisi ke -11 dengan perolehan 28 poin.

Susunan Pemain

West Ham United: 1-Darren Randolph; 3-Aaron Cresswell, 2-Winston Reid, 23-Jose Fonte, 22-Samuel Byram; 16-Mark Noble, 14-Pedro Obiang (Robert Snodgrass 64); 30-Antonio, 10-Manuel Lanzini, 7-Sofiane Feghouli (Edimilson Fernandes 64′); 9-Andrew Carroll

Pelatih: Slaven Bilic

Manchester City: 13-Wilfred Caballero, 3-Bacary Sagna, 24-John Stones, 30-Nicolas Otamendi, 11-Aleksandar Kolarov; 42-Yaya Toure; 7-Raheem Sterling (Aguero 73′), 17-Kevin De Bruyne (Fernandinho 67′), 21-David Silva, 19-Leroy Sane; 33-Gabriel Jesus

Ganja Dilegalkan di Piala Dunia 2018 Rusia

Ganja Dilegalkan di Piala Dunia 2018 Rusia
Ganja Dilegalkan di Piala Dunia 2018 Rusia

Piala Dunia 2018 Rusia – Sebuah kebijakan yang menuai berjibun kontroversi dilahirkan pemerintah Rusia menjelang Piala Dunia 2018 di bulan Juli mendatang. Yakni, kebijakan tersebut melegalkan para penonton yang nantinya berniat membawa ganja saat menonton langsung di stadion. Namun begitu, sejumlah persyaratan tetap dicetuskan oleh pemerintah tuan rumah dari ajang sepakbola 4 tahunan tersebut.

Berita dilegalkannya ganja pada event Piala Dunia tahun itu sendiri dipublikasikan oleh Moscow Times, salah satu tabloid yang terbit harian di Rusia. Tak heran kalau kebijakan pemerintah yang tebilang nyeleneh tersebut menjadi buah bibir di masyarakat. Pasalnya, Rusia sendiri sama sekali tidak mengizinkan penggunaan narkotika termasuk ganja pada kehidupan sehari-hari secara bebas.

Di Rusia, seseorang yang ingin membawa barang-barang yang dikategorikan sebagai narkotika seperti halnya kokain, heroin dan ganja memang harus mempunyai izin resmi tertulis dari pemerintah daerah setempat dan harus ditulis dalam Bahasa Rusia. Untuk meloloskan surat izinnya sendiri juga harus mendapat rekomendasi dari dokter resmi, yang nantinya juga harus dicantumkan pada legalitas hitam diatas putih tersebut.

Usut punya usut, pemerintah Rusia berani melegalkan penggunaan ganja di stadion penyelenggara Piala Dunia 2018 lantaran mereka telah bergabung ke Eurasian Economic Union. Dimana poin yang menjadi kesepakatan awal organisasi tersebut adalah menginzinkan turis untuk bertamasya dengan membawa narkotika seperti ganja, asalkan tidak melebih kuota yang telah ditetapkan di Undang-Undang dan disertai dengan surat izin dari pemerintah dan kepolisian.

Namun begitu, untuk menghindari penyalahgunaan ganja secara berlebihan yang berpotensi memicu kerusuhan, pihak panitia pelaksana, kepolisia dan juga pemerintah Rusia akan terlebih dahulu melakukan inspeksi ketat di semua kota penyelenggara Piala Dunia 2018. Mereka pun sudah menegaskan, kalau tidak akan segan untuk memberikan sanksi berat, kepada para pelanggar yang  tertangkap tangan.

Lucunya, pada tabloid harian Moscow Times tersebut pemerintah Rusia melarang para penonton stadion penyelenggara Piala Dunia 2018, terutama di Moscow St Petersburg serta Sochi untuk merokok. Lantas, bagaimana penonton bisa menyalakan ganja yang mereka bawa? Mungkin disinilah letak kontroversinya. Bukan pada dilegalkanya ganja secara tiba-tiba di Rusia menjelang Piala Dunia.

Wacana Pergelaran Final Liga Champion Akan Digelar Di Luar Eropa

Wacana Pergelaran Final Liga Champion Akan Digelar Di Luar Eropa
Wacana Pergelaran Final Liga Champion Akan Digelar Di Luar Eropa

Liga Champion Eropa merupakan salah satu event tertinggi dan terpopuler dalam dunia sepakbola antar klub-klub Eropa. Dalam beberapa tahun belakangan ini pihak penyelengara final Liga Champion selalu berada dikawasan Eropa namun bersiap-siaplan sebab pada pergelaran Liga Champion tahun ini, ada kemungkinan bakal digelar di luar Eropa. Hal ini disampaikan secara resmi oleh Preseiden baru UEFA, Alekander Ceferin yang membuat gebrakan dalam dunia sepakbola khususnya Liga Champion. Ia mencetuskan untuk pergelaran final Liga Champion nantinya dilaksanakan diluar benua Eropa. Adapun negara yang ia rencanakan sebagai tuan rumah pada laga final Liga Champion Eropa nanti adalah New York.

Sesuai dengan nama resminya, UEFA Champions League yang merupakan suatu kompetisi antar klub-klub Eropa terbaik. Dan sebanyak 61 jumlah pertandingan termasuk partai puncak memang selalu digelar di benua tersebut. Selama ini, UEFA memang tidak melakukan tender terbuka untuk menentukan tempat menggelar final yang selama ini di gelar di Eropa. Hanya saja negara yang ditunjuk menentukan sendiri kota penyelengara serta stadion tuan rumah diputuskan secara rahasia.

Menurut Caferin, ia ingin sekali menghidupkan kembali proses tender terbuka untuk menentukan tempat digelarnya final.  Dengan ide ini, ia memandang perjalanan ke seluruh Eropa sama lamanya dengan waktu tempuh ke Amerika Serikat. Ia memberikan contoh, jika perjalanan dari Portugal menuju Azerbaijan sama seperti bepergian ke New York dan tentunya hal tersebut bukanlah masalah bagi staff, official dan suporter.

Oleh karena itu, Caferin menegaskan dalam menentukan negara mana yang berhak menggelar final Liga Champions harus jelas dengan mempertimbangkan masalah politik. Dengan adanya proses tender tersebut, tentu akan jelas dan bisa memproteksi administrasi. Selain itu, siapapun yang akan menghubungi UEFA baik meminta dukungan ataupun mendesak, maka pihak UEFA memiliki jawaban jelas karena UEFA kini memiliki aturan yang jelas dan tentu saja tidak bisa dilakukan sembarangan.

Selain soal tender, Caferin juga menyatakan bahwa meskipun diadakan diluar benua Eropa, ia juga menjelaskan kalau jadwal pertandingan final tidak akan diubah. Hal ini dilakukan agar pertandingan UEFA Championsl League bisa luas akses pasarnya terutama di benua Asia yang banyak memiliki keunggulan penonton televisi dan sponsor. Kebanyakan pertandingan Liga Champions dilakukan setiap pukul 18.45 GMT, yang mana sebagian besar penonton Asia sedang tidur terlelap.

Tak hanya itu, Presiden UEFA juga akan memuat opsi menggelar partai semi final di saat weekend. Ide ini muncul terkait adanya survey penonton di negara Tiongkok yang mengaku susah tidur disaat long weekend seperti hari Sabtu. Namun hal tersebut masih terkena kendala sebab ada beberapa pertandingan liga juga diselenggarakan di hari yang sama.

“Dari sudut pandang keuangan hal tersebut tidak ideal. Kami harus memikirkan pasar lain tetapi bagaimana untuk melakukannya saya belum tahu. China secara keuangan menarik. Sementara Amerika Serikat tidak hanya menarik secara keuangan tetapi sepak bola di sana sedang bertumbuh,” ulas mantan presiden federasi Slovenia tersebut.